Wahidin Media komunikasi generasi terbaik bangsa
  • TUGAS MATA KULIAH TEORI PEMBELAJARAN, PAI, KELAS F, 6 MEI 2013

    teori-belajar-sosial1

    Mata Kuliah      : Teori Pembelajaran

    Prodi/Kelas      : PAI/ F

    Pertemuan        : 6 Mei 2013

    Topik bahasan : Teori Learning Sosial Albert Bandura

    Berilah penjelasan beberapa hal pokok dalam teori Learning Sosial Albert Bandura dibawah ini.

    1. Menurut Bandura, perlakuan seseorang adalah hasil interaksi faktor dalam diri(kognitif) dan lingkungan. Jelaskan maksud dari hal tersebut.
    2. Self-efficasy atau efikasi diri. Bagaimana cara memupuk factor ini, agar bisa bermanfaat dalam kehidupannya.
    3. Jelaskan perbedaan dari kedua hal dibawah ini dan berilah contohnya. Dalam pembelajaran sosial lerning Albert Bandura, melalui pengamatan ada dua model yakni :
      (a)     Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain;                                                                       ( b)     Pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan positif atau penguatan negatif saat mengamati itu sedang memperhatikan model itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut dan mengharapkan mendapat pujian atau penguatan apabila menguasai secara tuntas apa yang dipelajari itu
    4. Jelaskan Unsur-Unsur Utama dalam Peniruan (Proses Modeling/Permodelan) menurut Albert Bandura dibawah ini.
        (1) Perhatian (’Attention’);  (2) Mengingat (’Retention’);  (3) Reproduksi gerak (’Reproduction’);  dan (4) Motivasi
    5. Jelaskan secara singkat dan berilah contoh dari Jenis – jenis peniruan (modelling) dibawah ini :
    • 1. Peniruan Langsung
    • 2. Peniruan Tak Langsung
    • 3. Peniruan Gabungan
    • 4. Peniruan Sesaat / seketika.
    • 5. Peniruan Berkelanjutan
      6. Anda mempunyai tokoh idola, saya yakin setiap orang mempunyai tokoh idola. Sebutkan tokoh idola yang Anda sukai dan dalam hal apa anda mengidolakan tokoh tersebut, adakah usaha yang Anda lakukan untuk bisa menyerupai tokoh idola Anda itu. Deskrisikan hal-hal tersebut.

    albert bandura

    Published on May 6, 2013 · Filed under: Uncategorized;
    21 Comments

21 Responses to “TUGAS MATA KULIAH TEORI PEMBELAJARAN, PAI, KELAS F, 6 MEI 2013”

  1. siti muslimah 11110164 said on

    1.Teori Kognitif Sosial oleh Albert Bandura tentang belajar meniru (imitative learning). mengelaborasi proses belajar sosial dengan faktor-faktor kognitif dan behavioral yang memengaruhi seseorang dalam proses belajar sosial. Teori ini sangat berperan dalam mempelajari efek dari isi media massa pada khalayak media di level individu.bahwa konsep utama dari teori kognitif sosial adalah obvervational learning atau proses belajar dengan mengamati. Jika ada seorang “model” di dalam lingkungan seorang individu.
    2.Self-efficasy atau efikasi diri yaitu keyakinan individu untuk mendapatkan sesuatu. contoh: belajar sungguh-sungguh agar mendapatkan nilai A.
    3.a. Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain; untuk menciptakan penguatan yang mengendalikan ekspresi perilaku. penguatan tersebut contohnya bisa bersifat langsung begitu muncul perilaku anak mendapat penguatan berupa hadiah nyata. penguatan tidak langsung yaitu melihat orang mendapatkan hadiah atau hukuman karena perilakunya.
    b. pembelajaran mengandung sisi positif dan juga negatif bila tanpa pengontrol orang tua atau otang dewasa maka sisi negatifnya karak teristik anak yang labil,mudah meniru, rasa ingin tahu yang dan ingin mencoba merupakan kondisi yang resiko karena anak akan mencontoh apa yang dia lihat dan didengar.
    4.Unsur-unsur utama dalam peniruan
    – perhatian (‘Attention’)
    Subjek harus memberi tumpuan kepada tingkahlaku model untuk membolehkannya mempelajarinya. Sama ada subjek memberi perhatian atau tumpuan tertakluk kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki.
    -Penyimpanan (‘Retention’)
    Subjek yang memerhati harus mengekod peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini.
    -Penghasilan (‘Reproduction’)
    Setelah mengetahui atau mempelajarai sesuatu tingkahlaku, subjek juga mesti mempunyai kebolehan mewujudkan atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkahlaku.
    – Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura kerana ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.
    5. a.Peniruan Langsung; pembelajaran yang dirancangkan untuk mengajarkan mengetahuan tahap demi tahap.contoh guru menulis dipapan tulis secara tidak langsung murid-murid mengikutinya menulis.
    b. Peniruan Tak Langsung; melalui pemerhatian secara tidak langsung. contoh meniru watak sesuai buku yang bacaannya.
    c. Peniruan Gabungan: dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan secara langsung dan tidak langsung. contoh: siswa meniru gaya tulisan gurunya.
    d.Peniruan Sesaat / seketika: tingkah laku yang ditiru hanya sesuai situasi tertentu saja. contohnya; meniru gaya jilbab yang lagi ngetren.
    e-Peniruan Berkelanjutan: tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. contohnya: siswa meniru gaya berbudi bahasa gurunya.
    6. Tokoh idola Andy f noya seorang presenter dalam acara kickandy yang selalu membagikan buku-buku gratis setelah acaranya dia juga seorang penulis buku. dan usaha agar seperti beliau bisa punya buku karya sendiri.

  2. bachrin 11111190 said on

    1. Menurut Bandura, perlakuan seseorang adalah hasil interaksi faktor dalam diri (kognitif) dan lingkungan, Teori pembelajaran sosial menganggap manusia sebagai makhluk yang aktif, berupaya membuat pilihan dan menggunakan proses-proses perkembangan untuk menyimpulkan peristiwa serta berkomunikasi dengan orang lain. Perilaku manusia tidak ditentukan oleh pengaruh lingkungan dan sejarah perkembangan seseorang atau bertindak pasif terhadap pengaruh lingkungan. Dalam banyak hal, manusia adalah selektif dan bukan entiti yang pasif, yang boleh dipengaruhi oleh keadaan lingkungan mereka
    2. meyakini diri sendiri mampu berhasil dan sukses, Individu dengan efikasi diri tinggi memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah ketika menemukan bahwa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil.

    3. a). Meniru apa yang telah dilihat dengan catatan anak itu mau sanjungan positif dari orang lai atau dari guru.
    Contohnya : seorang pelajar melihat temannya dipuji dan ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya.
    b) meniru apa yang dilakukan orang lain tetapi tidak memandang apa yang telah ditiru itu bedampak positif maupun negatif.
    4. Perhatian (’Attention’)
    Subjek harus memperhatikan tingkah laku model untuk dapat mempelajarinya. Subjek memberi perhatian tertuju kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki. Contohnya, seorang pemain musik yang tidak percaya diri mungkin meniru tingkah laku pemain music terkenal sehingga tidak menunjukkan gayanya sendiri. Bandura & Walters(1963) dalam buku mereka “Sosial Learning & Personality Development”menekankan bahwa hanya dengan memperhatikan orang lain pembelajaran dapat dipelajari.
    • Mengingat (’Retention’)
    Subjek yang memperhatikan harus merekam peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini. Kemampuan untuk menyimpan informasi juga merupakan bagian penting dari proses belajar.
    • Reproduksi gerak (’Reproduction’)
    Setelah mengetahui atau mempelajari sesuatu tingkahlaku, subjek juga dapat menunjukkan kemampuannya atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkah laku. Contohnya, mengendarai mobil, bermain tenis. Jadi setelah subyek memperhatikan model dan menyimpan informasi, sekarang saatnya untuk benar-benar melakukan perilaku yang diamatinya. Praktek lebih lanjut dari perilaku yang dipelajari mengarah pada kemajuan perbaikan dan keterampilan.
    • Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura karena ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.
    Jadi subyek harus termotivasi untuk meniru perilaku yang telah dimodelkan.

    5. 1. Peniruan Langsung
    Pembelajaran langsung dikembangkan berdasarkan teori pembelajaran social Albert Bandura. Ciri khas pembelajaran ini adalah adanya modeling , yaitu suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan.
    Meniru tingkah laku yang ditunjukkan oleh model melalui proses perhatian. Contoh : Meniru gaya penyanyi yang disukai.
    2. Peniruan Tak Langsung
    Peniruan Tak Langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh : Meniru watak yang dibaca dalam buku, memperhatikan seorang guru mengajarkan rekannya.
    3. Peniruan Gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh : Pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarnai daripada buku yang dibacanya.
    4. Peniruan Sesaat / seketika.
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja.
    Contoh : Meniru Gaya Pakaian di TV, tetapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    5. Peniruan Berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun.
    Contoh : Pelajar meniru gaya bahasa gurunya.
    6, Tokoh idola saya adalah Uztazd jefri Al buchori ( uje ), alasan: kepribadiannya dalam menyampaikan suatu ajaran agama dengan bahasa yang mudah dipahami, dengan gaya tersendiri yang membuat saya terinspirasi. kalau kita terapkan dalam pembelajaran menurt saya akan lebih mudah untuk dipahami, Selain itu UJE adalah seorang uztadz Gaul, tetapi Gaul dalam artian positif. Terimakasih,
    Wassalamualaikum wr.wb.

  3. Nur Janah/ 11111017 said on

    1.Teori Kognitif Sosial oleh Albert Bandura tentang belajar meniru (imitative learning). mengelaborasi proses belajar sosial dengan faktor-faktor kognitif dan behavioral yang memengaruhi seseorang dalam proses belajar sosial. Teori ini sangat berperan dalam mempelajari efek dari isi media massa pada khalayak media di level individu.bahwa konsep utama dari teori kognitif sosial adalah obvervational learning atau proses belajar dengan mengamati. Jika ada seorang model di dalam lingkungan seorang individu.
    2.self-efficasy atau efikasi diri adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan memecahkan masalahdenganefektif.
    contoh seorang siswa belajar dengan sungguh-sungguh agar berhasil dan mendapatkan nilai yang baik seperti yang diinginkan.
    3. a. Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain,Contohnya : seorang pelajar melihat temannya dipuji dan ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya.
    b. pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan positif atau penguatan negatif saat mengamati itu sedang memperhatikan model itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut dan mengharapkan mendapat pujian atau penguatan apabila menguasai secara tuntas apa yang dipelajari itu. Model tidak harus diperagakan oleh seseorang secara langsung, tetapi kita dapat juga menggunakan seseorang pemeran atau visualisasi tiruan sebagai model
    4. – Perhatian (’Attention’)
    Subjek harus memperhatikan tingkah laku model untuk dapat mempelajarinya. Subjek memberi perhatian tertuju kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki.
    Contohnya, seorang pemain musik yang tidak percaya diri mungkin meniru tingkah laku pemain music terkenal sehingga tidak menunjukkan gayanya sendiri.
    – Mengingat (’Retention’)
    Subjek yang memperhatikan harus merekam peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Contoh nya kemampuan siswa untuk menyimpan informasi dalam proses belajar.
    – Reproduksi gerak (’Reproduction’)
    Setelah mengetahui atau mempelajari sesuatu tingkahlaku, subjek juga dapat menunjukkan kemampuannya atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkah laku. Contohnya, mengendarai mobil, bermain tenis.
    Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura karena ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.
    5. 1. Peniruan Langsung
    yaitu suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan. Contoh : Meniru gaya penyanyi yang disukai.
    2. Peniruan Tak Langsung
    Peniruan Tak Langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh : Meniru watak yang dibaca dalam buku, memperhatikan seorang guru mengajarkan rekannya.
    3. Peniruan Gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh : Pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarnai daripada buku yang dibacanya.
    4. Peniruan Sesaat / seketika.
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja.
    Contoh : Meniru Gaya Pakaian di TV, tetapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    5. Peniruan Berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun.
    Contoh : Pelajar meniru gaya bahasa gurunya.
    6. tokoh idola saya adalah Mario Teguh karena dia menjadi tokoh masyarakat sekaligus inspirasi karena beliau selalu memberi motivator dan sekaligus konsultasi bisnis dan juga menjadi pengarang buku dan beliau juga aktif dalam membawakan acara tv di metro tv dalam acara “ Mario Teguh golden ways”.

  4. iin masidhoh 111 11 013 said on

    1. Maksud dari perlakuan seseorang adalah hasil dari dalam diri sendiri dan lingkungan
    Faktor lingkungan mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi lingkungan, faktor kognitif mempengaruhi perilaku. Faktor kognitif mencakup ekspektasi, keyakinan, strategi pemikiran dan kecerdasan.
    Misalnya saja dalam lingkungan keluarga, anak meniru kebiasaan hidup orang tua karena memang pada masa perkembangannya. Contoh: jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki, jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri dan jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia akan belajar menemukan cinta dan kehidupan.
    2. Cara memupuk Self-efficasy atau efikasi diri agar dapat bermanfaat:
    a. Dengan menanamkan diri sendiri kalau dirinya mampu untuk melakukan apa yang sedang dihadapinya.
    b. Meniru model yang berprestasi
    c. Menghilangkan pengaruh buruk prestasi masa lalu
    d. Melatih diri untuk melakukan yang terbaik
    e. Mengamati Model yang nyata tidak hanya dalam sebuah cerita atau dongeng
    f. Memerintah diri sendiri dengan cara dipaksakan
    g. Menghilangkan sikap emosional ketika menghadapi masalah
    3. Dalam pembelajaran sosial lerning Albert Bandura, melalui pengamatan ada dua model yakni :
    a. Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain;
    Dalam lingkungan seseorang mengamati apa yang menjadi model yang ia jadikan trend bagi dirinya dalam hal apapun. Namun, kualitas kemampuan seseorang dalam melakukan perilaku social hasil pengamatan terhadap model tersebut, bergantung pada ketajaman persepsinya mengenai ganjaran dan hukuman yang berkaitan dengan benar dan salahnya perilaku yang ia tiru dari model tadi. Contoh:
    Tina dapat menyelesaikan program studinya di STAIN hanya dalam waktu 4 tahun dengan IPK 3,45. Sebagai tetangganya, Sari belajar dengan keras agar dapat seperti Tina yang dapat menyelesaikan program studynya dalam 4 tahun dengan IPK yang memuaskan pula.
    b. Pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan positif atau penguatan negatif saat mengamati itu sedang memperhatikan model itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut dan mengharapkan mendapat pujian atau penguatan apabila menguasai secara tuntas apa yang dipelajari itu.
    Model tidak harus diperagakan oleh seseorang secara langsung, tetapi kita dapat juga menggunakan seseorang pemeran atau visualisasi tiruan sebagai model.
    4. Unsur-Unsur Utama dalam Peniruan (Proses Modeling/Permodelan) menurut Albert Bandura:
    a. Perhatian (Attention)
    1) Subjek yang memperhatikan tingkah laku model
    2) Perhatian tertuju kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki.,
    3) Ada perhatian yang difokuskan
    b. Mengingat (Retention)
    1) Kemampuan mengingat
    2) Peristiwa yang diingat
    c. Reproduksi gerak (Reproduction)
    1) Yang dipelajari mengarah pada kemajuan perbaikan dan keterampilan.
    2) Setelah mengetahui atau mempelajari sesuatu tingkahlaku, subjek juga dapat menunjukkan kemampuannya atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkah laku.
    d. Motivasi
    1) Ada penggerak individu
    2) Meniru perilaku yan dimodelkan
    5. Penjelasan dan contoh dari Jenis – jenis peniruan (modelling) dibawah ini :
    a. Peniruan Langsung
    Peniruan Langsung adalah perhatian secara langsung. Pembelajaran ini menggunakan modeling, yaitu seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan. Contoh: meniru gaya ibu yang sehabis dandan.
    b. Peniruan Tak Langsung
    Peniruan Tak Langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh : Meniru watak nobita yang dibaca dalam komik doraemon.
    c. Peniruan Gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh : Boyband Indonesia meniru gaya boyband korea ketika manyanyi dan menari daripada percaya pada pelatih koreografernya.
    d. Peniruan Sesaat / seketika
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja. Contoh : meniru Gaya rambut di TV, tetapi tidak boleh jika di sekolah.
    e. Peniruan Berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. Contoh : mahasiswa meniru gaya bahasa dosennya.
    6. Idola saya Dian Sastro Wardoyo seorang bintang film dengan paras yang cantik. Ia tidak hanya pandai akting tetapi seorang yang sangat pintar.

  5. Desiyana. B 111111078 said on

    1. bahwa perilaku dari seseorang itu berasal dari stimulus yang terdapat pada lingkungan yang kemudian diproses oleh kognitif seseorang yang akhirnya menghasilkan sebuah respon(prilaku) sesorang dari proses pembelajran yang terjadi td.
    2. cara memupuk self efficaly:
    *pengalaman yang telah dilakui dijadikan indikator dari kemampuan
    *pengalaman dri orang lain dijadikan pembading terhadap kemampuan diri.
    *berinteraksi dengn lingkungan karena akan menimbulkan kemampuan khusus
    *keadaan psikologi dan emosi harus mendukung
    3.@.proses pembelajaran itu dapat terjadi ketika seseorang benar2 mengamati sebuah obyek secra detail semua prilaku yang dkerjakan oleh obyek tersebut. dan dapat mengambil ilmu atau apa yangsedang dcari oleh seorang observan tanpa harus meniru prilaku obyek tadi.
    contoh: ketika seorang anak melihat orang tua sedang merasa sedih maka orang tua itu tetap tersenyum karena tidak mau jika anaknya ikut sedih. prilaku tersebut dapat dibaca oleh anak bagai mana sebenarnya persaan orang tua tanpa harus ikut meniru perbuatanorg tua td.
    b. bahwa pembelajaran itu dapat terjadi apabila seseorang mengamati kemudian menirukan prilaku seseorang tanpa harus mengetahui hasil akhir yang akan didapat, karena yang terpenting adalah peniruan prilaku tersebut sudah memberikan sebuah pelajaran tuk seorang pengamat tadi.
    contoh:penirual gaya bintang film yang dilakukan anak2 tanpa memikirkan dampak yang akan diperoleh.
    4unsur-unsur dalam modelling
    a. Perhatian (Attention)
    Subjek harus memperhatikan tingkah laku model untuk dapat mempelajarinya. Subjek memberi perhatian tertuju kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki.
    b. Mengingat (Retention)
    Subjek yang memperhatikan harus merekam peristiwa itu dalam sistem ingatannya sehingga suatu saat jika dibutuhkan dapat diingat.baik secara gambaran mauoun secara verbal(kata2)
    c.penghasilan (Reproduction)
    Setelah mengetahui atau mempelajarai sesuatu hal tadi, subjek harus mempunyai kemampuan mewujudkan atau menghasilkan apa yang telah dipelajari tadi dalam sebuah perilaku
    d.Motivasi
    proses yang memotivasi seorang observan agar dapat menggunakan apa yang telah dipelajari.
    5. jenis2 peniruan
    1. Peniruan Langsung
    yaitu suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan. Contoh : Meniru gaya penyanyi yang disukai.
    2. Peniruan Tak Langsung
    Peniruan Tak Langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh : Meniru watak yang dibaca dalam buku, memperhatikan seorang guru mengajarkan rekannya.
    3. Peniruan Gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh : Pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarnai daripada buku yang dibacanya.
    4. Peniruan Sesaat / seketika.
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja.
    Contoh : Meniru Gaya Pakaian di TV, tetapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    5. Peniruan Berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun.
    Contoh : Pelajar meniru gaya bahasa gurunya.
    6. tokoh idola saya Nabila S. karena selain cantik nabila uga sudah sukses dalam usia yang masih muda, meski sudah sukses tapi tidak penah sombong atau pun arogan,itu yang memotivasi saya untuk tetap berjuang meraih cita2 agar sukses,tapi bukan dalam hal dunia hiburan seperti dia tetapi sukses dalam hal pendidikan yang telah merupakn panggilan hati sperti skrg ni.

  6. tri mashudi / 11111177 said on

    1. Perlakuan seseorang adalah hasil interaksi faktor dalam diri(kognitif) dan lingkungan
     Maksudnya adalah perilaku manusia dapat dijelaskan dengan konsep reciprocal determinism yakni interaksi antara tiga aspek: person (pribadi), environment (lingkungan), dan behaviour (kelakuan). Jadi hasil interaksi faktor dalam diri dan lingkungan juga disebut sebagai teori imitasi yaitu mengamati perilaku orang lain termasuk mengamati terhadap efek dari perilaku orang lain. Proses pembentukan perilaku memerlukan model yang diikuti. Jadi ada hubungannya antara interaksi diri dengan lingkungan.
    2. Self-efficasy atau efikasi diri adalah kenyakinan individu untuk mendapatkan sesuatu dengan sungguh agar berhasil dan sukses dan tidak mudah menyerah sebelum menemukan hasilnya.
    3. – Point a, Mengenai yang pembelajaran melalui pengamatan juga disebut sebagai Model Hidup, seperti perilaku orang-orang dalam keluarga, perilaku guru dan orang-orang di sekolah, teman-temannya, teman dari orangtua dan sebagainya.
    -Mengenai yang point b, menjelaskan bahwa hal tersebut juga disebut sebagai Model Simbolik, seperti model yang ditiru dari film atau televisi, atau model yang ditemukan dari bacaan atau tokoh imajinasi lain yang didapat dari cerita orang.
    4. a) Attentional (memperhatikan), hal yang mempengaruhi proses memperhatikan antara lain: kapasitas sensori seseorang, pengukuhan yang pernah dirasakan observer, karakteristik model.
    b) Retensional (penyimpanan), informasi berguna yang diperoleh harus disimpan. Disimpan melalui dua cara, yaitu:
    1) imaginally stored symbols yakni simpanan informasi dalam bentuk gambaran aktual pengalaman ketika melakukan observational learning.
    2) Verbally stored symbols, yakni bentuk simpanan informasi berupa konsep verbal (words).
    c) behaviour production (terbentuknya perilaku), proses ini menentukan sejauh mana apa yang telah dipelajari dapat diterjemahkan dalam perilaku.
    d) Motivational (motivasi), ada dua hal: yaitu,1) menciptakan harapan dalam diri observer bahwa jika berperilaku seperti model yang ia lihat, maka dia akan mendapat pengalaman menyenangkan seperti aktivitas tertentu atau perasaan tertentu. 2) berperan sebagai intensif karena telah menerjemahkan belajar dalam performansi.
    5. a) Peniruan Langsung adalah adanya seseorang atau modelling dalam mencontohkan sesuatu keterampilan atau tingkahlaku. Contohnya, meniru gaya pakaian artis korea.
    b) Peniruan Tak Langsung, proses imitasi melalui perhatian secara tidak langsung atau proses pengkhayalan melalui buku atau tokoh komik. Contohnya, menirukan gaya tokoh kartun Naruto.
    c) Peniruan Gabungan yaitu menggabungkan antara peniruan langsung dan peniruan tidak langsung. Contohnya, anak meniru gaya bicara orangtuanya dan meniru gaya bicara tokoh idola komik.
    d) Peniruan Sesaat / seketika, yaitu proses imitasi yang terjadi sesuai dengan situasi tertentu. Contohnya, meniru gaya pakaian atau trend mode pakaian di TV lewat iklan.
    e) Peniruan Berkelanjutan, yaitu tingkahlaku yang dominan atau yang menonjol dan terus menerus dilakukan. Contohnya, murid meniru gaya bahasa orangtuanya.
    6. Saya mengidolakan seorang yang sangat saya kagumi, yaitu Ir Soekarno. Beliau adalah presiden pertama Indonesia. Saya menidolakan beliau sebab beliau sangat tegas, berwibawa, politikus yang handal dan berani menentang hal yang merugikan negara. Proses imitasi saya kepada beliau adalah dengan meniru gaya bicara beliau yang tegas, mantap dan berwibawa. Saya juga aktif dalam sistem politik kampus, yang dimana meniru apa yang dilakukan beliau dengan berpolitik yang baik dan benar dalam memberantas hal-hal yang negatif.

  7. Fredita Ajarsari said on

    1.perilaku seseorang itu memang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan dari dalam diri orang itu sendiri.lingkungan saja tidak cukup dalam pembinaan perilaku seseorang,semua itu juga tergantung pada orang itu sendiri.jadi menurut teori pembelajaran lingkungan tidak mempengaruhi perilaku seseorang.
    2.self-efficasy atau efikasi diri adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan memecahkan masalah dengan efektif.contoh: seorang anak yang belajar dengan rajin agar mendapat peringkat 1.
    3.a. Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain: untuk menciptakan penguatan yang mengendalikan ekspresi perilaku. penguatan tersebut contohnya bisa bersifat langsung begitu muncul perilaku anak mendapat penguatan berupa hadiah nyata. penguatan tidak langsung yaitu melihat orang mendapatkan hadiah atau hukuman karena perilakunya.
    b. pembelajaran mengandung sisi positif dan juga negatif bila tanpa pengontrol orang tua atau otang dewasa maka sisi negatifnya karak teristik anak yang labil,mudah meniru, rasa ingin tahu yang dan ingin mencoba merupakan kondisi yang resiko karena anak akan mencontoh apa yang dia lihat dan didengar.
    4.Unsur-unsur utama dalam peniruan
    – perhatian (‘Attention’)
    Subjek harus memberi tumpuan kepada tingkahlaku model untuk membolehkannya mempelajarinya. Sama ada subjek memberi perhatian atau tumpuan tertakluk kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki.
    -Penyimpanan (‘Retention’)
    Subjek yang memerhati harus mengekod peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini.
    -Penghasilan (‘Reproduction’)
    Setelah mengetahui atau mempelajarai sesuatu tingkahlaku, subjek juga mesti mempunyai kebolehan mewujudkan atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkahlaku.
    – Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura kerana ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.
    5.a.Peniruan Langsung: pembelajaran yang dirancangkan untuk mengajarkan mengetahuan tahap demi tahap.contoh: guru yang memberikan contoh langsung kepada muridnya.
    b. Peniruan Tak Langsung: melalui pemerhatian secara tidak langsung. contoh: seorang anak yang meniru sesuatu yang dilihatnya.
    c. Peniruan Gabungan: dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan secara langsung dan tidak langsung. contoh: siswa meniru gaya tulisan gurunya.
    d.Peniruan Sesaat / seketika: tingkah laku yang ditiru hanya sesuai situasi tertentu saja. Contohnya: meniru gaya rambut yang lagi ngetren.
    e.Peniruan Berkelanjutan: tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. contohnya: siswa meniru gaya berbicara gurunya.
    6.Tokoh idola saya yaitu Melly Goslow,karena dia sosok penyanyi yang mempunyai suara dan gaya bernyanyi yang khas.disamping itu dia juga pandai menciptakan lagu.

  8. Setya Utami 111-11-044 said on

    1. Bahwa individu melakukan pembelajaran dengan meniru apa yang ada di lingkungannya, terutama perilaku-perilaku orang lain. Perilaku orang lain yang ditiru disebut sebagai perilaku model atau perilaku contoh. Apabila peniruan itu memperoleh penguatan, maka perilaku yang ditiru itu akan menjadi perilaku dirinya. Proses pembelajaran menurut proses kognitif individu dan kcakapan dalam membuat keputusan, terdapat hubungkait yang erat antara pelajar dengan lingkungannya. Pembelajaran terjadi dalam keterkaitan antara tiga pihak yaitu lingkungan, perilaku dan factor-faktor pribadi. Bahwa hasil pembelajaran adalah berupa kode perilaku visual dan verbal yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
    2. Self-efficasy atau efikasi diri yaitu keyakinan individu untuk mendapatkan sesuatu. Cara menguatkannya yaitu dengan memberi motivasi. Contoh: rajin belajar cepat pintar sedangkan anak yang pemalas bisa tidak naik kelas.
    3. a. proses kognitif dalam diri individu memegang peranan dalam pembelajaran, sedangkan pembelajaran terjadi karena adanya pengaruh lingkungan social. Individu akan mengamati perilaku di lingkungannya sebagai model, kemudian ditirunya sehingga menjadi perilaku miliknya.
    b. Individu melakukan pembelajaran dengan proses mengenal perilaku model (perilaku yang akan ditiru), kemudian mempertimbangkan dan memutuskan untuk meniru sehingga menjadi perilakunya sendiri. Perilaku model ialah berbagai perilaku yang dikenal di lingkungannya. Apabila bersesuaian dengan keadaan dirinya (minat, pengalaman, cita-cita, tujuan, dsb), maka perilaku itu akan ditiru. Sebaliknya jika tidak sesuai dengan dirinya tidak akan ditiru. Peniruan bisa bersifat positif maupun negatif.
    4. Unsur-unsur peniruan:
     Atensi, dalam tahapan ini seseorang harus memberikan perhatian terhadap model dengan cermat
     Retensi, tahapan ini adalah tahapan mengingat kembali perilaku yang ditampilkan oleh model yang diamati maka seseorang perlu memiliki ingatan yang bagus terhadap perilaku model.
     Reproduksi, dalam tahapan ini seseorang yang telah memberikan perhatian untuk mengamati dengan cermat dan mengingat kembali perilaku yang telah ditampilkan oleh modelnya maka berikutnya adalah mencoba menirukan atau mempraktekkan perilaku yang dilakukan oleh model.
     Motivasional, tahapan berikutnya adalah seseorang harus memiliki motivasi untuk belajar dari model.
    5. Jenis-jenis Peniruan (modeling):
    1. Peniruan langsung ciri khas pembelajaran ini adalah adanya modeling, yaitu suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan. Meniru tingkah laku yang ditunjukkan oleh model melalui proses perhatian. Contoh: Meniru gaya ceramah dai yang diidolakan.
    2. Peniruan tak langsung peniruan tak langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh: Meniru watak tokoh di dalam novel.
    3. Peniruan Gabungan Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh: Pelajar meniru gaya pakaian artis idolanya dan cara berpakaian menurut tata tertib.
    4. Peniruan Sesaat. Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja. Contoh: Meniru model pakaian kartini hanya pada hari kartini.
    5. Peniruan berkelanjutan tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. Contoh: Pelajar meniru gaya bahasa guru yang menjadi idolanya.
    6. Idola saya adalah Oki Setiana Dewi, ia seorang penulis, motivator, aktris. Tak hanya sukses dalam berkarir tetapi juga sukses dalam pendidikan. Ia mengambil program master dua program studi yaitu pertama PAUD yang kedua Kajian Islam dan psikologi. Ia juga sosok religius. Peniruan saya yang paling menonjol yaitu untuk menjadi sosok religius, motivator, penulis, dan melanjutkan S2 progdi Kajian Islam dan psikologi di UI.

  9. 1. Faktor kognitif berupa ekspektasi/ penerimaan siswa untuk meraih keberhasilan, factor social mencakup pengamatan siswa terhadap perilaku orangtuanya. Siswa belajar, mereka dapat merepresentasikan atau mentrasformasi pengalaman mereka secara kognitif. Bandura mengembangkan model deterministic resipkoral yang terdiri dari tiga faktor utama yaitu perilaku, person/kognitif dan lingkungan. Faktor ini bisa saling berinteraksi dalam proses pembelajaran. Faktor lingkungan mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi lingkungan, faktor person/kognitif mempengaruhi perilaku. Faktor person Bandura tak punya kecenderungan kognitif terutama pembawaan personalitas dan temperamen. Faktor kognitif mencakup ekspektasi, keyakinan, strategi pemikiran dan kecerdasan.
    2. self-efficasy atau efikasi diri. Contohnya: seseorang yang hidupnya dan dibesarkan di dalam lingkungan disiplin, maka dia cenderung untuk melakukan hal yang sangat baik untuk dirinya, atau sebaliknya menganggap bahwa disiplin itu membosankan.
    3. A. Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain,Contohnya: Seorang pelajar melihat temannya dipuji dan ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya.
    B. Model tidak harus diperagakan oleh seseorang secara langsung, tetapi kita dapat juga menggunakan seseorang pemeran atau visualisasi tiruan sebagai model. Seperti pendekatan teori pembelajaran terhadap kepribadian, teori pembelajaran social berdasarkan pada penjelasan yang diutarakan oleh Bandura bahwa sebagian besar daripada tingkah laku manusia adalah diperoleh dari dalam diri, dan prinsip pembelajaran sudah cukup untuk menjelaskan bagaimana tingkah laku berkembang. Akan tetapi, teori – teori sebelumnya kurang memberi perhatian pada konteks social dimana tingkah laku ini muncul dan kurang memperhatikan bahwa banyak peristiwa pembelajaran terjadi dengan perantaraan orang lain. Maksudnya, sewaktu melihat tingkah laku orang lain, individu akan belajar meniru tingkah laku tersebut atau dalam hal tertentu menjadikan orang lain sebagai model bagi dirinya.
    4. Menurut teori belajar social, perbuatan melihat saja menggunakan gambaran kognitif dari tindakan, secara rinci dasar kognitif dalam proses belajar dapat diringkas dalam 4 tahap , yaitu : perhatian / atensi, mengingat / retensi, reproduksi gerak , dan motivasi.
    Unsur-Unsur Utama dalam Peniruan (Proses Modeling/Permodelan)
    1) Perhatian (’Attention’)
    Subjek harus memperhatikan tingkah laku model untuk dapat mempelajarinya. Subjek memberi perhatian tertuju kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki. Contohnya, seorang pemain musik yang tidak percaya diri mungkin meniru tingkah laku pemain music terkenal sehingga tidak menunjukkan gayanya sendiri. Bandura & Walters(1963) dalam buku mereka “Sosial Learning & Personality Development”menekankan bahwa hanya dengan memperhatikan orang lain pembelajaran dapat dipelajari.
    2) Mengingat (’Retention’)
    Subjek yang memperhatikan harus merekam peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini. Kemampuan untuk menyimpan informasi juga merupakan bagian penting dari proses belajar.
    3) Reproduksi gerak (’Reproduction’)
    Setelah mengetahui atau mempelajari sesuatu tingkahlaku, subjek juga dapat menunjukkan kemampuannya atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkah laku. Contohnya, mengendarai mobil, bermain tenis. Jadi setelah subyek memperhatikan model dan menyimpan informasi, sekarang saatnya untuk benar-benar melakukan perilaku yang diamatinya. Praktek lebih lanjut dari perilaku yang dipelajari mengarah pada kemajuan perbaikan dan keterampilan.
    4) Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura karena ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu. Jadi subyek harus termotivasi untuk meniru perilaku yang telah dimodelkan.
    5. Peniruan Langsung
    suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan.
    Meniru tingkah laku yang ditunjukkan oleh model melalui proses perhatian. Contoh : Meniru gaya penyanyi yang disukai.
    Peniruan Tak Langsung
    adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh : Meniru watak yang dibaca dalam buku, memperhatikan seorang guru mengajarkan rekannya.

    Peniruan Gabungan
    adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh : Pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarnai daripada buku yang dibacanya.
    Peniruan Sesaat / seketika.
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja.
    Contoh : Meniru Gaya Pakaian di TV, tetapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    Peniruan Berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun.
    Contoh : Pelajar meniru gaya bahasa gurunya.
    6. Idola saya adalah YUSUF MANSUR, Karena beliau orang yang sangat pandai bersedekah, saya ingin seperti beliau. Disamping itu beliau juga sosok religius, motivator.pokoknya beliadalah pribad I yang sangat patut untuk di tiru oleh anak muda.

  10. Nur Anisah said on

    Nur Anisah/111 11 141
    1. Maksudnya menjelasan tentang bagaimana perilaku bisa dibentuk melalui pengamatan pada model-model yang ditampilkan oleh media massa, atau dalam bahasa sosiologinya imitasi, jadi individu berusaha untuk meniru contoh tokoh idolanya. Efek dari pemodelan ini meningkat melalui pengamatan tentang imbalan dan hukuman yang dijatuhkan pada model, melalui identifikasi dari khalayak pada model tersebut, dan melalui sejauh mana khalayak memiliki efikasi diri tentang perilaku yang dicontohkan di media. Meski berdasarkan bidang studi psikologi sosial, teori ini memeiliki efek yang kuat untuk pemahaman tentang efek kekerasan melalui media baik untuk anak-anak maupun orang dewasa dan juga pada perencanaan kampanye yang ditujukan untuk mengubah perilaku masyarakat melalui media.
    2. Efikasi diri adalah suatu keyakinan individu untuk mendapatkan sesuatu, cara memupuknya :
    -memberikan motivasi agar belajar dengan sungguh-sungguh
    -proses pembelajaran yang menarik
    -menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran
    3. Suatu alasan mengapa penguatan yang pernah diterima merupakan penjelasan yang tidak memadai untuk motivasi karena motivasi pembelajaran manusia itu sangat kompleks dan tidak bebas dari konteks (situasi yang berhubungan). Terhadap binatang yang sangat lapar kita dapat meramalkan bahwa makanan akan merupakan penguat yang sangat efektif. Terhadap manusia, meskipun ia lapar, kita tidak dapat sepenuhnya yakin apa yang merupakan penguat dan apa yang bukan penguat, kerana nilai penguatan dari penguat yang paling potensial sebagian besar ditentukan oleh faktor-faktor pribadi dan situsional
    Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain, dan apabila kita telah menguasai apa yang di pelajari denganmelakukan pengamatan dan peniruan adanya harapan individu untuk mendapat penghargaan dan penguatan.
    4. Untuk pembelajaran pemerhatian wujud adalah penting untuk individu berkenaan berbuat demikian:
    1) Tumpuan (‘Attention’)
    Subjek harus memberi tumpuan kepada tingkahlaku model untuk membolehkannya mempelajarinya. Sama ada subjek memberi perhatian atau tumpuan tertakluk kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki.
    2) Penyimpanan (‘Retention’)
    Subjek yang memerhati harus mengekod peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini.
    3) Penghasilan (‘Reproduction’)
    Setelah mengetahui atau mempelajarai sesuatu tingkahlaku, subjek juga mesti mempunyai kebolehan mewujudkan atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkahlaku. Contohnya, memandu kereta, bermain tenis.
    4) Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura kerana ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.
    5. JENIS-JENIS PENIRUAN
    1. Peniruan langsung
    Pembelajaranan langsung adalah model pembelajaranan yang dirancang untuk mengajarkan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang diajarkan setahap demi setahap. Ciri khas pembelajaranan ini adalah adanya modeling,Contoh: meniru gaya penyanyi yang disanjungi.
    2. Peniruan tak langsung
    Peniruan adalah melalui imaginasi atau pemerhatian secara tidak langsung.
    Contoh: meniru watak yang dibaca dalam buku, memerhati seorang guru mengajar rakannya.
    3. Peniruan gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabung tingkah laku yang berlainan iaitu peniruan langsung dan tidak langsung.
    • Contoh: pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarna daripada buku yang dibacanya.
    4. Peniruan sesaat/seketika
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu sahaja.
    contoh: Tiru fesyen pakaian di TV, tapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    5. Peniruan berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam apa-apa situasi.
    – Contoh: pelajar meniru gaya berbudi bahasa gurunya.

    6. Tokoh idola saya adalah Zaskia Adya Mecca, beliau walaupun seorang muslimah tapi tetap fashionable dan selalu tampil fresh dan walaupun sudah berkeluarga tetap berkarir tidak hanya mengandalkan suami dan juga perilaku dan sikapnya yang tegas tapi santun tentunya saya ingin mencontoh perilaku-perilakunya yang membuat saya kagun dari segi fashion hingga perilaku dan sikapnya.

  11. ULIL MAUNATUL CHOIRIYAH (111-11-143) said on

    NAMA :ULIL MAUNATUL CHIRIYAH
    NIM :111-11-143
    PROGDI :PAI/F

    TEORI LEARNING SOSIAL ALBERT BANDURA

    1. Bahwasanya menurut Bandura, perlakuan seseorang adalah hasil interaksi faktor dalam diri(kognitif) dan lingkungan adalah perilakuan seseorang sangatlah dipengaruhi oleh diri sendiri individu dan lingkungan sekitar. Karena perilaku terbentuk melalui proses imitasi, mengamati perilaku orang lain termasuk mengamati terhadap efek dari perilaku orang lain. Dan bahwasanya pembentukan perilaku memerlukan model yang di contoh atau diikuti. Faktor ini bisa saling berinteraksi dalam proses pembelajaran. Faktor lingkungan mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi lingkungan, faktor person/kognitif mempengaruhi perilaku. Faktor person Bandura tak punya kecenderungan kognitif terutama pembawaan personalitas dan temperamen. Faktor kognitif mencakup ekspektasi, keyakinan, strategi pemikiran dan kecerdasan.
    2. Proses pembelajaran di sekolah haruslah merupakan upaya dalam mengembangkan efikasi diri yang dimiliki oleh peserta didik. Karena itulah, proses perkembangan peserta didik berkaitan erat dengan identifikasi sebagai sumber belajar di sekolah, seperti sarana prasarana sekolah, interaksi dengan guru serta interaksi dengan temannyadi sekolah dapat memperkuat proses efikasi diri peserta didik. Dalam usaha untuk mengembangkan efikasi peserta didik, haruslah menggunakan model pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik agar terlibat dalam kegiatan proses belajar, salah satunya adalah pembelajaran dengan menggunakan model koopratif. Pembelajaran koopratif merupakan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dimana peserta didik adalah sebagai subjek pembelajaran.
    3. Bahwasanya perbedaan antara keduanya adalah
    a. bahwasanya tingkah laku individu diperoleh dari hasil belajar melalui pengamatan atas tingkah laku yang ditampilkan oleh individu – individu lain yang menjadi model. Contohnya adalah seorang guru dalam proses pembelajaran, guru tersebut memperlihatkan satu perilaku yang tidak patut d contoh oleh seorang anak. Akan tetapi anak belum bisa membedakan yang mana perilaku yang boleh ditiru dan mana perilaku yang tidak boleh ditiru. Maka anak cenderung menirukan apa yang dilakukan oleh gurunya tersebut.
    b. Bahwa orang belajar banyak perilaku melalui peniruan, bahkan tanpa adanya penguat (reinforcement) sekalipun yang diterima. Kita bisa meniru beberapa perilaku hanya melalui pengamatan terhadap perilaku model, dan akibat yang ditimbulkannya atas model tersebut. Seseorang mencoba melakukan tingkah laku yang dilihatnya dan reinforcement/ punishment berfungsi sebagai sumber informasi bagi seseorang mengenai tingkah laku mereka. Contohnya adalah anak menirukan gaya ibunya yang sedang berdadan di depan kaca. Anak tersebut menginginkan tingkah lakunya akan mendapatkan sanjungan dari keluarga atau orang lain.
    4. Bahwasanya unsur-unsur Utama dalam Peniruan (Proses Modeling/Permodelan) menurut Albert Bandura adalah:
    (1) Perhatian (’Attention’); maksudnya adalah Sebelum melakukan peniruan terlebih dahulu, orang menaruh perhatian terhadap model yang akan ditiru. Keinginan untuk meniru model karena model tersebut memperlihatkan atau mempunyai sifat dan kualitas yang hebat, yang berhasilk, anggun, berkuasa dan sifat-sifat lain. Keinginan memperhatikan dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan dan minat-minat pribadi. Semakin ada hubungannya dengan kebutuhan dan minatnya, semakin mudah tertarik perhatiannya; sebaliknya tidak adanya kebutuhan dan minat, menyebabkan seseorang tidak tertarik perhatiannya.
    (2) Mengingat (’Retention’); bahwasanya Setelah memperhatikan dan mengamati suatu model, maka pada saat lain anak memperlihatkan tingkah laku yang sama dengan model tersebut. Anak melakukan proses retensi atau mengingat dengan menyimpan memori mengenai model yang dia lihat dalam bentuk simbol-simbol. Bandura mengemukakan kedekatan dalam rangsang sebagai faktor terjadinya asosiasi antara rangsang yang satu dengan rangsang yang lain bersama-sama. Timbulnya satu ingatan karena ada rangsang yang menarik ingatan lain untuk disadari karena kualitas rangsang-rangsang tersebut kira-kira sama atau hampir sama dan ada hubungan yang dekat.
    (3) Reproduksi gerak (’Reproduction’); Supaya bisa mereproduksikan tingkah laku secara tepat, seseorang harus sudah bisa memperlihatkan kemampuan –kemampuan motorik. Kemampuan motorik ini juga meliputi kekuatan fisik. Misalnya seorang anak mengamati ayahnya mencangkul di ladang. Agar anak ini dapat meniru apa yang dilakukan ayahnya, anak ini harus sudah cukup kuat untuk mengangkat cangkul dan melakukan gerak terarah seperti ayahnya.
    (4) Motivasi; diperlihatkan atau tidaknya hasil pengamatan dalam tingkah laku yang nyata, bergantung pada kemauan atau motivasi yang ada. Apabila motivasi kuat untuk memperlihatkannya, misalnya karena ada hadiah atau keuntungan, maka ia akan melakukan hal itu, begitu juga sebaliknya. Mengulang suatu perbuatan untuk memperkuat perbuatan yang sudah ada, agar tidak hilang, disebut ulangan – penguatan.Dalam tumbuh kembang anak, teori ini sangat berguna sebagai bentuk acuan pembelajaran yang tepat untuk anak. Orang tua, guru, atau pihak-pihak lain dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan menerapkan teori ini. mereka dapat lebih memahami tindakan apa yang pantas atau tidak untuk ditunjukkan kepada anak sebagai bentuk pembelajaran dan pembentukan pola tingkah laku diri.

    5. Jenis – jenis peniruan (modelling) dibawah ini :
    • Peniruan Langsung
    Bahwasanya pembelajaran langsung dikembangkan berdasarkan teori pembelajaran social Albert Bandura. Ciri khas pembelajaran ini adalah adanya modeling , yaitu suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan. Meniru tingkah laku yang ditunjukkan oleh model melalui proses perhatian. Contoh : Meniru gaya penyanyi yang disukai.
    • Peniruan Tak Langsung
    Peniruan Tak Langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh : Meniru watak yang dibaca dalam buku, dan memperhatikan seorang guru mengajarkan rekannya.
    • Peniruan Gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh : Pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarnai daripada buku yang dibacanya.
    • Peniruan Sesaat / seketika.
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja.
    Contoh : Meniru Gaya Pakaian di TV, tetapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    • Peniruan Berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. Contoh : Pelajar meniru gaya bahasa gurunya.

    6. Tokoh yang saya idolakan adalah:
    • Agus M. Irkham, beliau adalah seorang penulis buku, sekaligus menjadi Instruktur Literasi Forum Indonesia Membaca. Beliau mantan Mahasiswa UNDIP jurusan Fakultas Ekonomi. Dia dulunya adalah mantan Mahasiswa bodoh. Sampai dengan semester lima, IPK nya masih dua koma lima. Saat lulus IPK nya di atas tiga: tiga koma. Dengan kecerdasan Intelektual yang biasa-biasa saja, Agus M. Irkham saat menjadi Mahasiswa mampu mengukir prestasi: menjadi pemred majalah fakultas, menerbitkan buku, memenangi berbagai lomba penulisan karya ilmiah tingkat Nasional, menjadi asisten dosen, menjadi koordinator baseline survei di luar Jawa, serta menaklukan dosen pembimbing skripsi yang konon katanya killer.
    Salah satu usaha saya untuk bisa seperti tokoh idola yang saya idolakan adalah dengan cara salah satunya membaca buku yang ditulis oleh beliau. Namun untuk saat ini saya baru membaca satu buku beliau yaitu yang berjudul 24 cara mendongkrak IPK. Dan usaha yang kedua yang saya lakukan adalah dengan giat dan sungguh-sungguh dalam belajar, untuk mencapai IPK comlaoude pada saat kelulusan nanti dan IP tiap semester juga bisa comloude.

  12. Miftakhun nurul jannah 111-11-011 said on

    1.) Teori kogoitif sosial (social cognitive theory) yang dikemukakan oleh Albert Bandura menyatakao bahwa faktor sosial dan kognitif serta factor pelaku memainkan peran penting dalam pembelajaran. Faktor kognitif berupa ekspektasi/ penerimaan siswa untuk meraih keberhasilan, factor social mencakup pengamatan siswa terhadap perilaku orang tuanya. Albert Bandura merupakan salah satu peracang teori kognitif social.

    2.) 1) cara memupuk factor Self-efficasy adalah

    a) Pengalaman Keberhasilan (mastery experiences)
    b) Pengalaman Orang Lain (vicarious experiences)
    c) Persuasi Sosial (Social Persuation)
    d) Keadaan fisiologis dan emosional (physiological and emotional states)

    2) Manfaat Self-efficasy dalam kehidupan adalah
    Dengan adanya self efficacy yang dimiliki, individu akan menetapkan tindakan
    apa yang akan ia lakukan dalam menghadapi suatu tugas untuk mencapai tujuan
    yang di inginkannya.
    3.) ( a ) pembelajaran melalui pengamatan ,Pertama. Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain,Contohnya : seorang pelajar melihat temannya dipuji dan ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya. Kejadian ini merupakan contoh dari penguatan melalui pujian yang dialami orang lain. (b) pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan positif atau penguatan negatif saat mengamati itu sedang memperhatikan model itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut dan mengharapkan mendapat pujian atau penguatan apabila menguasai secara tuntas apa yang dipelajari itu. Model tidak harus diperagakan oleh seseorang secara langsung, tetapi kita dapat juga menggunakan seseorang pemeran atau visualisasi tiruan sebagai model

    4.) a) Perhatian (’Attention’) Subjek harus memperhatikan tingkah laku model untuk dapat mempelajarinya. Subjek memberi perhatian tertuju kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki. Contohnya, seorang pemain musik yang tidak percaya diri mungkin meniru tingkah laku pemain music terkenal sehingga tidak menunjukkan gayanya sendiri. Bandura & Walters(1963) dalam buku mereka “Sosial Learning & Personality Development”menekankan bahwa hanya dengan memperhatikan orang lain pembelajaran dapat dipelajari.
    b) Mengingat (’Retention’) Subjek yang memperhatikan harus merekam peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini. Kemampuan untuk menyimpan informasi juga merupakan bagian penting dari proses belajar.
    c) Reproduksi gerak (’Reproduction’) Setelah mengetahui atau mempelajari sesuatu tingkahlaku, subjek juga dapat menunjukkan kemampuannya atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkah laku. Contohnya, mengendarai mobil, bermain tenis. Jadi setelah subyek memperhatikan model dan menyimpan informasi, sekarang saatnya untuk benar-benar melakukan perilaku yang diamatinya. Praktek lebih lanjut dari perilaku yang dipelajari mengarah pada kemajuan perbaikan dan keterampilan.
    d) Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura karena ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.Jadi subyek harus termotivasi untuk meniru perilaku yang telah dimodelkan.
    5.) a. Peniruan Langsung
    Pembelajaran langsung dikembangkan berdasarkan teori pembelajaran social Albert Bandura. Ciri khas pembelajaran ini adalah adanya modeling , yaitu suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan.
    Meniru tingkah laku yang ditunjukkan oleh model melalui proses perhatian. Contoh : Meniru gaya penyanyi yang disukai.
    b. Peniruan Tak Langsung
    Peniruan Tak Langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh : Meniru watak yang dibaca dalam buku, memperhatikan seorang guru mengajarkan rekannya.
    c. Peniruan Gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh : Pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarnai daripada buku yang dibacanya.
    d. Peniruan Sesaat / seketika.
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja.
    Contoh : Meniru Gaya Pakaian di TV, tetapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    e. Peniruan Berkelanjutan Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. Contoh : Pelajar meniru gaya bahasa gurunya.
    6.) tokoh idola saya adalah lee min ho dia orang yang sosoknya sangat tampan berpakain rapi orangnya tingi hidungnya mancung badannya kekar n dia pandai acting, usaha yang sudah saya lakukan adalah meniru gaya berpakaian dia yang selalu terlihat rapi dan gaya berjalan dia yang tegak .

    sekian jawaban dari saya terimakasih

  13. wisnu ginanjar ( 11111105) said on

    1.Teori Kognitif Sosial oleh Albert Bandura tentang belajar meniru (imitative learning). mengelaborasi proses belajar sosial dengan faktor-faktor kognitif dan behavioral yang memengaruhi seseorang dalam proses belajar sosial. Teori ini sangat berperan dalam mempelajari efek dari isi media massa pada khalayak media di level individu.bahwa konsep utama dari teori kognitif sosial adalah obvervational learning atau proses belajar dengan mengamati. Jika ada seorang “model” di dalam lingkungan seorang individu.
    2.Self-efficasy atau efikasi diri yaitu keyakinan individu untuk mendapatkan sesuatu. contoh: belajar sungguh-sungguh agar mendapatkan nilai A.
    3. a). Meniru apa yang telah dilihat dengan catatan anak itu mau sanjungan positif dari orang lai atau dari guru.
    Contohnya : seorang pelajar melihat temannya dipuji dan ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya.
    b) meniru apa yang dilakukan orang lain tetapi tidak memandang apa yang telah ditiru itu bedampak positif maupun negatif.
    4. Peniruan Sesaat / seketika.
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja.
    Contoh : Meniru Gaya Pakaian di TV, tetapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    5. Peniruan Berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun.
    Contoh : Pelajar meniru gaya bahasa gurunya.
    6. tokoh idola saya adalah Mario Teguh karena dia menjadi tokoh masyarakat sekaligus inspirasi karena beliau selalu memberi motivator dan sekaligus konsultasi bisnis dan juga menjadi pengarang buku dan beliau juga aktif dalam membawakan acara tv di metro tv dalam acara “ Mario Teguh golden ways”.

  14. Izatun nisa ( 11111156) said on

    1. Bahwa individu melakukan pembelajaran dengan meniru apa yang ada di lingkungannya, terutama perilaku-perilaku orang lain. Perilaku orang lain yang ditiru disebut sebagai perilaku model atau perilaku contoh. Apabila peniruan itu memperoleh penguatan, maka perilaku yang ditiru itu akan menjadi perilaku dirinya. Proses pembelajaran menurut proses kognitif individu dan kcakapan dalam membuat keputusan, terdapat hubungkait yang erat antara pelajar dengan lingkungannya. Pembelajaran terjadi dalam keterkaitan antara tiga pihak yaitu lingkungan, perilaku dan factor-faktor pribadi. Bahwa hasil pembelajaran adalah berupa kode perilaku visual dan verbal yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
    2. Self-efficasy atau efikasi diri yaitu keyakinan individu untuk mendapatkan sesuatu. Cara menguatkannya yaitu dengan memberi motivasi. Contoh: rajin belajar cepat pintar sedangkan anak yang pemalas bisa tidak naik kelas.
    3. a. Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain: untuk menciptakan penguatan yang mengendalikan ekspresi perilaku. penguatan tersebut contohnya bisa bersifat langsung begitu muncul perilaku anak mendapat penguatan berupa hadiah nyata. penguatan tidak langsung yaitu melihat orang mendapatkan hadiah atau hukuman karena perilakunya.
    b. pembelajaran mengandung sisi positif dan juga negatif bila tanpa pengontrol orang tua atau otang dewasa maka sisi negatifnya karak teristik anak yang labil,mudah meniru, rasa ingin tahu yang dan ingin mencoba merupakan kondisi yang resiko karena anak akan mencontoh apa yang dia lihat dan didengar.
    4. Unsur-unsur utama dalam peniruan
    – perhatian (‘Attention’)
    Subjek harus memberi tumpuan kepada tingkahlaku model untuk membolehkannya mempelajarinya. Sama ada subjek memberi perhatian atau tumpuan tertakluk kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki.
    -Penyimpanan (‘Retention’)
    Subjek yang memerhati harus mengekod peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini.
    -Penghasilan (‘Reproduction’)
    Setelah mengetahui atau mempelajarai sesuatu tingkahlaku, subjek juga mesti mempunyai kebolehan mewujudkan atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkahlaku.
    – Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura kerana ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.
    5. Peniruan berkelanjutan tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. Contoh: Pelajar meniru gaya bahasa guru yang menjadi idolanya.
    6. Idola saya adalah Oki Setiana Dewi, ia seorang penulis, motivator, aktris. Tak hanya sukses dalam berkarir tetapi juga sukses dalam pendidikan. Ia mengambil program master dua program studi yaitu pertama PAUD yang kedua Kajian Islam dan psikologi. Ia juga sosok religius. Peniruan saya yang paling menonjol yaitu untuk menjadi sosok religius, motivator, penulis, dan melanjutkan S2 progdi Kajian Islam dan psikologi di UI.

  15. LAILATUL MUFIDAH 111-11-128 said on

    1. Teori kognitif sosial (social cognitive theory) yang dikemukakan oleh Albert Bandura menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif serta factor pelaku memainkan peran penting dalam pembelajaran.Faktor kognitif berupa ekspektasi/penerimaan siswa untuk meraih keberhasilan, factor social mencakuppengamatan siswa terhadap perilaku orangtuanya. Albert Bandura merupakansalah satu perancang teori kognitif social.Faktor ini bisa saling berinteraksi dalam proses pembelajaran. Faktor lingkunganmempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi lingkungan, faktorperson/kognitif mempengaruhi perilaku. Faktor person Bandura tak punyakecenderungan kognitif terutama pembawaan personalitas dan temperamen.Faktor kognitif mencakup ekspektasi, keyakinan, strategi pemikiran dan kecerdasan.

    2. Efikasi diri atau keyakinan kebiasaan diri itu dapat diperoleh, diubah, ditingkatkan atau diturunkan, melalui salah satu atau kombinasi empat sumber yakni:
    1. Pengalaman menguasai sesuatu prestasi (performance accomplishment),
    2. Pengalaman Vikarius (vicarious experience),
    3. Persuasi Sosial (Social Persuation) dan
    4. Pembangkitan Emosi (Emotional/Psysilogical states).

    3. Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain, contohnya : seorang pelajar melihat temannya dipuji dan ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya. Kejadian ini merupakan contoh dari penguatan melalui pujian yang dialami orang lain. Kedua, pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan positif atau penguatan negatif saat mengamati itu sedang memperhatikan model itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut dan mengharapkan mendapat pujian atau penguatan apabila menguasai secara tuntas apa yang dipelajari itu. Model tidak harus diperagakan oleh seseorang secara langsung, tetapi kita dapat juga menggunakan seseorang pemeran atau visualisasi tiruan sebagai model.

    4. A. Perhatian (’Attention’)
    Subjek harus memperhatikan tingkah laku model untuk dapat mempelajarinya. Subjek memberi perhatian tertuju kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki.
    b. Mengingat (’Retention’)
    Subjek yang memperhatikan harus merekam peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini. Kemampuan untuk menyimpan informasi juga merupakan bagian penting dari proses belajar.
    c. Reproduksi gerak (’Reproduction’)
    Setelah mengetahui atau mempelajari sesuatu tingkahlaku, subjek juga dapatmenunjukkan kemampuannya atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkah laku. Contohnya, mengendarai mobil,Jadi setelah subyek memperhatikan model dan menyimpan informasi, sekarang saatnya untuk benar-benar melakukan perilaku yang diamatinya.
    d. Motivasi adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu. Jadi subyek harus termotivasi untuk meniru perilaku yang telah dimodelkan.

    5. 1. Peniruan Langsung adalah pembelajaran yang dirancangkan untuk mengajarkan mengetahuan tahap demi tahap. Ciri khas pembelajaran ini adalah adanya modeling , yaitu suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan. Contohnya guru membuat demostrasi cara membuat kapal terbang kertas dan pelajar meniru secara langsung.
    2 Peniruan Tak Langsung
    Peniruan Tak Langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh : Meniru watak yang dibaca dalam buku, memperhatikan seorang guru mengajarkan rekannya.

    3.Peniruan Gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh : Pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarnai daripada buku yang dibacanya.
    4. Peniruan Sesaat / seketika.
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja.
    Contoh : Meniru Gaya Pakaian di TV, tetapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    5. Peniruan Berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun.
    Contoh : Pelajar meniru gaya bahasa gurunya.

    6. Tokoh Idola saya adalah Almarhum Ust. H. Naharussurur, beliau adalah pimpinan pondok pesantren Ta’mirul Islam Surakarta, karena beliau sangat menginspirasi saya untuk hidup lebih bermakna, melihat sejarah dan biografi beliau sangat menyentuh hati saya untuk selalu hidup menjadi orang yang selalu bersyukur di dunia. Sedikit gambaran , bahwa sejak kecil, beliau telah kenyang dengan perjuangan untuk memperoleh setiap apa yang diinginkan. Setiap kesuksesan selalu menghajatkan kepada kesungguhan dalam menggapainya. Salah satu nasehat yang saya peroleh dari beliau dan tak pernah saya lupakan adalah “JANGAN PUTUS SEBELUM PUTUS”.

  16. Lilis Handayani ( 111-11-149) said on

    1.) Teori kogoitif sosial (social cognitive theory) yang dikemukakan oleh Albert Bandura menyatakao bahwa faktor sosial dan kognitif serta factor pelaku memainkan peran penting dalam pembelajaran. Faktor kognitif berupa ekspektasi/ penerimaan siswa untuk meraih keberhasilan, factor social mencakup pengamatan siswa terhadap perilaku orang tuanya. Albert Bandura merupakan salah satu peracang teori kognitif social.
    2.) 1) cara memupuk factor Self-efficasy adalah
    a) Pengalaman Keberhasilan (mastery experiences)
    b) Pengalaman Orang Lain (vicarious experiences)
    c) Persuasi Sosial (Social Persuation)
    d) Keadaan fisiologis dan emosional (physiological and emotional states)
    2) Manfaat Self-efficasy dalam kehidupan adalah
    Dengan adanya self efficacy yang dimiliki, individu akan menetapkan tindakan
    apa yang akan ia lakukan dalam menghadapi suatu tugas untuk mencapai tujuan
    yang di inginkannya.
    3). Suatu alasan mengapa penguatan yang pernah diterima merupakan penjelasan yang tidak memadai untuk motivasi karena motivasi pembelajaran manusia itu sangat kompleks dan tidak bebas dari konteks (situasi yang berhubungan). Terhadap binatang yang sangat lapar kita dapat meramalkan bahwa makanan akan merupakan penguat yang sangat efektif. Terhadap manusia, meskipun ia lapar, kita tidak dapat sepenuhnya yakin apa yang merupakan penguat dan apa yang bukan penguat, kerana nilai penguatan dari penguat yang paling potensial sebagian besar ditentukan oleh faktor-faktor pribadi dan situsional
    Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain, dan apabila kita telah menguasai apa yang di pelajari denganmelakukan pengamatan dan peniruan adanya harapan individu untuk mendapat penghargaan dan penguatan.
    4). Bahwasanya unsur-unsur Utama dalam Peniruan (Proses Modeling/Permodelan) menurut Albert Bandura adalah:

    (1) Perhatian (’Attention’); maksudnya adalah Sebelum melakukan peniruan terlebih dahulu, orang menaruh perhatian terhadap model yang akan ditiru. Keinginan untuk meniru model karena model tersebut memperlihatkan atau mempunyai sifat dan kualitas yang hebat, yang berhasilk, anggun, berkuasa dan sifat-sifat lain. Keinginan memperhatikan dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan dan minat-minat pribadi. Semakin ada hubungannya dengan kebutuhan dan minatnya, semakin mudah tertarik perhatiannya; sebaliknya tidak adanya kebutuhan dan minat, menyebabkan seseorang tidak tertarik perhatiannya.
    (2) Mengingat (’Retention’); bahwasanya Setelah memperhatikan dan mengamati suatu model, maka pada saat lain anak memperlihatkan tingkah laku yang sama dengan model tersebut. Anak melakukan proses retensi atau mengingat dengan menyimpan memori mengenai model yang dia lihat dalam bentuk simbol-simbol. Bandura mengemukakan kedekatan dalam rangsang sebagai faktor terjadinya asosiasi antara rangsang yang satu dengan rangsang yang lain bersama-sama. Timbulnya satu ingatan karena ada rangsang yang menarik ingatan lain untuk disadari karena kualitas rangsang-rangsang tersebut kira-kira sama atau hampir sama dan ada hubungan yang dekat.
    (3) Reproduksi gerak (’Reproduction’); Supaya bisa mereproduksikan tingkah laku secara tepat, seseorang harus sudah bisa memperlihatkan kemampuan –kemampuan motorik. Kemampuan motorik ini juga meliputi kekuatan fisik. Misalnya seorang anak mengamati ayahnya mencangkul di ladang. Agar anak ini dapat meniru apa yang dilakukan ayahnya, anak ini harus sudah cukup kuat untuk mengangkat cangkul dan melakukan gerak terarah seperti ayahnya.
    (4) Motivasi; diperlihatkan atau tidaknya hasil pengamatan dalam tingkah laku yang nyata, bergantung pada kemauan atau motivasi yang ada. Apabila motivasi kuat untuk memperlihatkannya, misalnya karena ada hadiah atau keuntungan, maka ia akan melakukan hal itu, begitu juga sebaliknya. Mengulang suatu perbuatan untuk memperkuat perbuatan yang sudah ada, agar tidak hilang, disebut ulangan – penguatan.Dalam tumbuh kembang anak, teori ini sangat berguna sebagai bentuk acuan pembelajaran yang tepat untuk anak. Orang tua, guru, atau pihak-pihak lain dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan menerapkan teori ini. mereka dapat lebih memahami tindakan apa yang pantas atau tidak untuk ditunjukkan kepada anak sebagai bentuk pembelajaran dan pembentukan pola tingkah laku diri.

    5) Jenis-jenis Peniruan (modeling):

    1. Peniruan langsung ciri khas pembelajaran ini adalah adanya modeling, yaitu suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan. Meniru tingkah laku yang ditunjukkan oleh model melalui proses perhatian. Contoh: Meniru gaya ceramah dai yang diidolakan.
    2. Peniruan tak langsung peniruan tak langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh: Meniru watak tokoh di dalam novel.
    3. Peniruan Gabungan Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh: Pelajar meniru gaya pakaian artis idolanya dan cara berpakaian menurut tata tertib.
    4. Peniruan Sesaat. Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja. Contoh: Meniru model pakaian kartini hanya pada hari kartini.
    5. Peniruan berkelanjutan tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. Contoh: Pelajar meniru gaya bahasa guru yang menjadi idolanya.
    6) Tokoh idola saya adalah Mario Teguh beliau adalah seorang motivator yang sangat hebat. Selain itu beliau juga seorang konsultan yang handal dalam menangani sebuah masalah. Kata bijak beliau dapat menjadikan motivasi bagi pembacanya. Sikap ramah dan murah senyum menjadi ciri khasnya sehingga saya sangat mengidolakan Mario Teguh. Kata-kata motivatornya mampu menggugah banyak orang untuk kembali menggoreksi cara hidup yang lebih baik.

  17. Ayu Permatasari said on

    1. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, perilaku dan pengaruh lingkungan. Kondisi lingkungan sekitar individu sangat berpengaruh pada pola belajar social jenis ini. Contohnya, seseorang yang hidupnya dan dibesarkan di dalam lingkungan judi, maka dia cenderung untuk memilih bermain judi, atau sebaliknya menganggap bahwa judi itu adalah tidak baik.
    2. Individu dengan efikasi diri tinggi memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah ketika menemukan bahwa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil. Individu yang memiliki efikasi diri yang tinggi akan sangat mudah dalam menghadapi tantangan. Individu tidak merasa ragu karena ia memiliki kepercayaan yang penuh dengan kemampuan dirinya.
    3. (a) Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain. Contohnya seorang anak yang melihat anak kecil lainnya menjadi pengemis di jalanan. Dia mengamati dan mengambil pelajaran untuk belajar giat agar tidak menjadi seperti itu. ( b) Pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan positif atau penguatan negatif saat mengamati itu sedang memperhatikan model itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut dan mengharapkan mendapat pujian atau penguatan apabila menguasai secara tuntas apa yang dipelajari itu. Contohnya seorang siswa melihat temannya yang dapat rangking 1 di kelasnya dengan usaha belajarnya yang giat, dan dapat pujian dari gurunya. Kemudian siswa tersebut belajar dengan giat dan ingin menjadi seperti temannya tersebut.
    4. Unsur Utama Dalam Peniruan (Proses Modeling/Permodelan)
    1) Tumpuan (‘Attention’)
    Subjek harus memberi tumpuan kepada tingkahlaku model untuk membolehkannya mempelajarinya. Sama ada subjek memberi perhatian atau tumpuan tertakluk kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki. Contohnya, seorang pemain musik yang tidak yakin diri mungkin meniru tingkahlaku pemain muzik terkenal sehingga tidak mewujudkan stailnya yang tersendiri.Bandura & Walters (1963) dalam buku mereka “Sosial Learning & Personality Development” menekankan bahawa hanya dengan memerhati seorang lain pembelajaran boleh berlaku.
    2) Penyimpanan (‘Retention’)
    Subjek yang memerhati harus mengekod peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini.
    3) Penghasilan (‘Reproduction’)
    Setelah mengetahui atau mempelajarai sesuatu tingkahlaku, subjek juga mesti mempunyai kebolehan mewujudkan atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkahlaku. Contohnya, memandu kereta, bermain tenis. Bagi sesetengah tingkahlaku kemahiran motor diperlukan untuk mewujudkan komponen -komponen tingkahlaku yang telah diperhatikan.
    4) Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura kerana ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.
    5. Jenis-jenis Peniruan (modelling)
    1.Peniruan langsung
    Pembelajaranan langsung dikembangkan berdasarkan teori pembelajaran sosial dari Albert Bandura. Pembelajaranan langsung adalah model pembelajaranan yang dirancang untuk mengajarkan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang diajarkan setahap demi setahap. Ciri khas pembelajaranan ini adalah adanya modeling, iaitu suatu fasa di mana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu keterampilan itu dilakukan. Meniru tingkah laku yang ditunjukkan oleh model melalui proses perhatian.
    Contoh: meniru gaya penyanyi yang disanjungi.
    2.Peniruan tak langsung
    Peniruan adalah melalui imaginasi atau pemerhatian secara tidak la ngsung. Contoh: meniru watak yang dibaca dalam buku, memerhati seorang guru mengajar rakannya.
    3.Peniruan gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabung tingkah laku yang berlainan yaitu Peniruan langsung dan tidak langsung.
    Contoh: pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarna daripada buku yang dibacanya.
    6. Idola saya adalah pasha ungu seorang vokalis band Ungu, karena lagu – lagunya yang menginspirasi hidup saya.

  18. Nurul Qomariyah said on

    Nama: Nurul Qomariyah
    NIM: 111-11-184
    Menurut Bandura, perlakuan seseorang adalah hasil interaksi dalam diri dan lingkungan. Maksudnya yaitu: bahwa setiap kondisi lingkungan sekitar sangat berpengaruh pada pola belajar sosial. Hasil interaksi dari dalam diri dan lingkungan sangat berpengaruh atau berkaitan. Tingkah laku seseorang sering dievaluasi, yaitu bebas dari timbal balik sehingga mengubah kesan- kesan personal seseorang.
    Sense of self- efficacy yaitu keyakinan pembelajar bahwa ia dapat menguasai pengetahuan dan keterampilam sesuai standard yang berlaku. Agar bisa bermanfaat dalam kehidupan, Bandura mengajukan usulan untuk mengembangkan strategi proses pembelajar:
    a. Analisis tingkah laku yang akan dijadikan model.
    b. Tetapkan fungsi nilai dari tingkah laku dan memilih tingkah laku tersebut sebagai model.
    c. Pengembangan sekuen instruksional.
    d. Implementasi pengajaran untuk menunut proses kognitif dan motor reproduksi.
    Menurut Bandura, pembelajaran sosial learning melalui pengamatan ada dua model, adapun perbedaannya adalah:
    a) Pembelajaran melalui pengamatan dapat terjadi melalui kondisi yang dialami orang lain, yaitu prosedur belajar dalam mengembangkan perilaku sosial dan moral pada dasarnya sama dengan prosedur belajar dalam mengembangkan perilaku- perilaku lainnya.
    b) Pembelajaran melalui pengamatan meniru perilaku model meskipun model itu tidak mendapatkan penguatan positif atau negatif saat mengamati itu sedang memperhatikan model itu mendemonstrasikan sesuatu yang ingin dipelajari oleh pengamat tersebut dan mengharapkan mendapat pujian atau penguatan apabila menguasai secara tuntas apa yang dipelajari itu. Yaitu pembelajaran tersebut bergantung pada ketajaman persepsinya mengenai ganjaran dan hukuman yang berkaitan dengan benar dan salahnya perilaku yang ia tiru dari model tadi. Semakin piawai dan berwibawa seorang model, semakin tinggi pula kualitas pembelajaran sosial dan moral peserta didik tersebut.

    Contoh dari pembelajaran sosial learning melalui pengamatan, yaitu:
     Seorang pelajar melihat temannya dipuji atau ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya.
     Perlakuan kanak- kanak apabila mereka menonton orang dewasa memukul, mengetuk dengan tukul besi dan menumbuk sambil menjerit- jerit dalam video “sockeroo”. Setelah menonton video kanak- kanak di arahkan bermain di bilik permainan yang terdapat patung seperti yang ditayangkan dalam video tersebut. Dengan melihat patung tersebut, mereka akan meniru aksi yang dilakukan oleh orang yang mereka tonton dalam video.
    Unsur- unsur utama dalam peniruan (Proses Modeling/ Permodelan) menurut Bandura, adalah:
    1) Perhatian (Attention)
    Subjek harus memberi tumpuan kepada tingkah laku model untuk membolehkan mempelajarinya. Sama ada subjek member perhatian atau tumpuan tertakluk kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain- lain yang dimiliki.
    2) Mengingat (Retention)
    Subjek yang memerhati harus menyimpan peristiwa itu dalam system ingatannya. Ini membplehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diingini.
    3) Reproduksi gerak (Reproduction)
    Setelah mengetahui atau mempelajari sesuatu tingkah laku, subjek juga mesti mempunyai kebolehan mewujudkan atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkah laku.
    4) Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura karena motivasi adalah penggerak untuk terus melakukan sesuatu.
    Jenis- jenis peniruan dalam pembelajaran, yaitu:
    1. Peniruan langsung, yaitu model pembelajaran yang dirancang untuk mengajarkan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang diajarkan setahap demi setahap. Contoh: meniru gaya penyanyi yang disanjungi.
    2. Peniruan tak langsung adalah model pembelajaran melalui imaginasi atau pemerhatian secara tidak langsung. Contoh: meniru watak yang dibaca dalam buku, memerhati seorang guru mengajar rakannya.
    3. Peniruan gabungan yaitu dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tak langsung. Contoh: pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarna daripada buku yang dibacanya.
    4. Peniruan sesaat/ seketika adalah tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja. Contoh: meniru fation pakaian di TV, tapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    5. Peniruan berkelanjutan yaitu tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. Contoh: pelajar meniru gaya berbudi bahasa gurunya.
    Tokoh idola saya adalah Rasulullah, beliau bisa membuat orang jahat menjadi baik, mengajarkan cara hidup yang benar, mencontohkan bagaimana berbudi pekerti luhur, berhati mulia, saling menyayangi, menjadi teladan bagi umatnya, mudah memaafkan kesalahan orang lain, jujur dalam perkataan dan perbuatan, dan seorang yang dermawan. Dan saya akan berusaha sedikit demi sedikit untuk meniru hal- hal yang telah dicontohkan oleh tokoh idola saya.

  19. Siti Muasyaroh said on

    1. Perlakuan seseorang adalah hasil interaksi faktor dalam diri(kognitif) dan lingkungan, maksudnya adalah Teori Pembelajaran Sosial menjelaskan perilaku manusia dalam hal interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif, perilaku, dan pengaruh lingkungan. Orang belajar melalui pengamatan perilaku orang lain, sikap, dan hasil dari perilaku tersebut. Faktor lingkungan memengaruhi perilaku suatu individu, perilaku tersebut memengaruhi lingkungan, dan faktor person/kognitif memengaruhi perilaku seseorang. Faktor person Bandura tak punya kecenderungan kognitif terutama pembawaan personalitas dan temperamen. Faktor kognitif mencakup ekspektasi, keyakinan, strategi pemikiran dan kecerdasan.
    Faktor kognitif berupa ekspektasi/penerimaan siswa untuk meraih keberhasilan. Sedangkan faktor social mencakup pengamatan siswa terhadap perilaku orangtuanya.
    2. Self-efficasy atau Efikasi Diri adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapidan memecahkan masalah dengan efektif serta meyakini dirisendiri mampu berhasil dan sukses. Individu dengan efikasi diri tinggi memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah ketika menemukan bahwa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil. Cara memupuk Self efficasy antara lain :
    – Selalu optimis dan husnudzan kepada Allah SWT bahwa apa yang diimpikan pasti akan terwujud.
    – Menjadikan pengalaman yang bermakna sebagai landasan untuk kedepan.
    – Banyak membaca buku yang dapat meningkatkan self-efficasy, terutama buku-buku motivasi.
    – Selalu berusaha mengembangkan potensi diri menjadi pribadi yang memiliki efikasi diri tinggi.
    – Yakin dan berusaha dengan sepenuh hati bahwa dirinya harus menjadi yang terbaik dimanapun, kapanpun dan bersama siapapun.
    – Menetapkan seorang pelatih yang dapat membimbingnya menuju apa yang diimpikan.
    3. Pendekatan teori sosial terhadap proses perkembangan sosial dan moral siswa ditekankan pada perlunya Conditioning (pembiasaan merespons suatu kondisi) dan Imitation (peniruan model), perbedaanya antara lain:
    a. Conditioning: Prosedur belajar dalam mengembangkan perilaku sosial dan moral pada dasarnya sama dengan prosedur belajar dalam mengembangkan perilaku-perilaku lainnya, yakni dengan reward (ganjaran / memberi hadiah atau mengganjar) dan punishment (hukuman / memberi hukuman) untuk senantiasa berpikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu ia perbuat. Contohnya : seorang pelajar melihat temannya dipuji dan ditegur oleh gurunya karena perbuatannya, maka ia kemudian meniru melakukan perbuatan lain yang tujuannya sama ingin dipuji oleh gurunya
    b. Imitation: Proses imitasi atau peniruan. Dalam hal ini, orang tua dan guru seyogianya memainkan peran penting sebagai seorang model atau tokoh yang dijadikan contoh berperilaku sosial dan moral bagi siswa. Sebagai contoh, seorang siswa mengamati gurunya sendiri menerima seorang tamu, lalu menjawab salam, menjabat tangan, beramah tamah, dan seterusnya yang dilakukan guru tersebut diserap oleh memori siswa. Semakin piawai dan berwibawa seorang model, semakin tinggi pula kualitas imitasi perilaku sosial dan moral siswa tersebut. Mengimitasi model merupakan elemen paling penting dalam hal bagaimana si anak belajar bahasa, berhadapan dengan agresi, mengembangkan perasaan moral dan belajar perilaku yang sesuai dengan gendernya.

    4. Unsur- unsur dari Proses Peniruan/ modeling antara lain:
    1) Perhatian (Attention)
    Subjek harus memperhatikan tingkah laku model untuk dapat mempelajarinya. Subjek memberi perhatian tertuju kepada nilai, harga diri, sikap, dan lain-lain yang dimiliki. Contohnya, seorang pemain musik yang tidak percaya diri mungkin meniru tingkah laku pemain musik terkenal sehingga tidak menunjukkan gayanya sendiri. Bandura & Walters(1963) dalam buku mereka “Sosial Learning & Personality Development” menekankan bahwa hanya dengan memperhatikan orang lain pembelajaran dapat dipelajari.
    2) Mengingat (Retention)
    Subjek yang memperhatikan harus merekam peristiwa itu dalam sistem ingatannya. Ini membolehkan subjek melakukan peristiwa itu kelak bila diperlukan atau diinginkan. Kemampuan untuk menyimpan informasi juga merupakan bagian penting dari proses belajar.
    3) Reproduksi gerak (Reproduction)
    Setelah mengetahui atau mempelajari sesuatu tingkah laku, subjek juga dapat menunjukkan kemampuannya atau menghasilkan apa yang disimpan dalam bentuk tingkah laku. Contohnya, mengendarai mobil, bermain tenis. Jadi setelah subyek memperhatikan model dan menyimpan informasi, sekarang saatnya untuk benar-benar melakukan perilaku yang diamatinya. Praktek lebih lanjut dari perilaku yang dipelajari mengarah pada kemajuan perbaikan dan keterampilan.
    4) Motivasi
    Motivasi juga penting dalam pemodelan Albert Bandura karena ia adalah penggerak individu untuk terus melakukan sesuatu.

    5. – Peniruan Langsung
    Pembelajaran langsung dikembangkan berdasarkan teori pembelajaran sosial Albert Bandura. Ciri khas pembelajaran ini adalah adanya modeling, yaitu suatu fase dimana seseorang memodelkan atau mencontohkan sesuatu melalui demonstrasi bagaimana suatu ketrampilan itu dilakukan. Meniru tingkah laku yang ditunjukkan oleh model melalui proses perhatian. Contoh : Meniru gaya penyanyi yang disukai.
    – Peniruan Tak Langsung
    Peniruan Tak Langsung adalah melalui imaginasi atau perhatian secara tidak langsung. Contoh: Meniru watak yang dibaca dalam buku, memperhatikan seorang guru mengajarkan rekannya.
    – Peniruan Gabungan
    Peniruan jenis ini adalah dengan cara menggabungkan tingkah laku yang berlainan yaitu peniruan langsung dan tidak langsung. Contoh : Pelajar meniru gaya gurunya melukis dan cara mewarnai daripada buku yang dibacanya.
    – Peniruan Sesaat / seketika.
    Tingkah laku yang ditiru hanya sesuai untuk situasi tertentu saja. Contoh : Meniru Gaya Pakaian di TV, tetapi tidak boleh dipakai di sekolah.
    – Peniruan Berkelanjutan
    Tingkah laku yang ditiru boleh ditonjolkan dalam situasi apapun. Contoh : Pelajar meniru gaya bahasa gurunya.
    6. Tokoh yang saya sukai antara lain:
    1. Ippho Santosa
    Saya mengidolakannya karena buku- bukunya yang mengupas tuntas otak kanan. Bahwa yang menjadikan seseorang itu sukses bukanlah Otak Kiri, kepintaran, akan tetapi Orang Sukses adalah seorang yang dapat mengoptimalkan Otak Kanannya. Motivasi dari Ippho Santosa sangat menggugah pribadi saya, dan saya akan berusaha untuk menggantikan posisi beliau sekarang.
    2. Asma Nadia
    Tulisannya yang begitu banyak, dari cerpen, cerbung, novel, dan banyak lagi karya sastra tulisan yang beliau miliki sungguh membuat saya iri,  ingin terkenal seperti beliau dengan menghasilkan berbagai karya sastra tulisan best- seller dan mega best-seller.
    3. Ahmad Sulthoni
    Akhlak Tasawuf, itulah mata kuliah yang beliau ampu. Dalah hal Tasawuf, Bp. Sultonilah yang amatir. Beliau mengajarkan bagaimana selalu PDKT dengan Allah dan bagaimana untuk meraih hati Allah agar selalu merahmati hambaNya. Belau juga mengajarkan untuk mengamalkan perintah Allah, yaitu dengan menyayangi para kekasih Allah, yaitu anak yatim dengan membagi harta kita kepada mereka dan sesama.
    4. Imam Mas Arum
    Yang saya selalu ingat dari beliau merupakan prinsip hidup beliau, bahwa “Hiduplah untuk kehidupan dan kebahagiaan orang lain maka akan ada keberkahan dalam hidupmu”.
    Dan masih bayak lagi tokoh idola saya yang akan saya gunakan sebagai tumpuan untuk masa depan saya.  

  20. Dah seminggu saya cuba cari bahan untuk assigment ..
    . last2 dapat kat blog nie… terima kasih di atas artikel
    yang amat bermanfaat kepada saya nie… :)

  21. Setelah baca artikel awak… saya semakin faham isu nie…
    terima kasih… harap pembaca lain bookmark blog nie…

Leave a Reply