Wahidin

Media komunikasi generasi terbaik bangsa

  • Nama : Izatun nisa
    Nim : 11111156
    Judul Buku : Mengelola kecerdasan dalam pembelajaran
    Pengarang : Prof. Dr. H. Hamzah B. Uno, M.Pd dan Masri Kuadrat, S.Pd., M.Pd
    Tahun Terbit : 2009
    Jurusan : Tarbiyah
    Prodi : PAI/ F

    Mengelola Kecerdasan Dalam Pembelajaran

    A. Memahami peserta didik
    Mengajar adalah membantu peserta didik membantu informasi, ide, ketrampilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekpresikan dirinya dan cara-cara belajar bagaimana belajar. Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan peserta didik.
    Tahap-tahap perkembangan peserta didik
    1. Tahap pra-opersional ( usia 2-7 tahun )
    2. Tahap operasional kongret ( usia 7-11 tahun )
    3. Tahap operasional formal ( usia 11-15 tahun )
    B. BAKAT DAN KECERDASAN PESERTA DIDIK
    Bakat adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang melekat dalam diri seseoramg. Bakat peserta didik dibawa sejak lahir. Sedangkan peserta didik berbakar ialahpeserta didik yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul. Kecerdasan seseorang meliputi unsure-unsur kecerdasan logis matematis, kecerdasan bahasa, kecerdasan musical, kecerdasan visual- spasial, kecerdasan kinestetis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalis.
    C. IDENTIFIKASI POTENSI PESERTA DIDIK
    Untuk mengidentifikasi potensi peserta didik dapat dikenali dari cirri-ciri keberbakatan peserta didik dan kecenderungan minat jabatan. Cirri-ciri peserta didik berbakat ialah bisa dilihat dari indicator intelektual, indicator kreatifitas, indicator motivasi. Sewdangkan kecenderungan minat jabatan peserta didik dapat dikenali dari kepribadiannya.
    Pengertian keberbakatan
    Keberbakatan ialah cirri-ciri universal yang khusus dan luar biasa, yang dibawa sejak lahir dan merupakan hasil interaksi dari pengrauh lingkungan. Keberbakatan ikut ditentukan oleh kebutuhan kecenderungan kebudayaan dimana seorang yang berbakat itu hidup.
    Kecerdasan ganda
    – Verbal: ketrampilan kerja: berceramah, bercerita, memberi informasi, member petunjuk,dll.
    – Special: ketrampilan kerja: melukis, menggambar, membayangkan, merancang, berkhayal,dll
    – Logis matematis: ketrampilan kerja: mengurus keuangan, membuat anggaran, melakukan penelitian ekonomi, menyusun hipotesis, dll.
    – Musikan: ketrampilan bekerja: bernyanyi, memainkan instrument music, mengubah lagu, membuat transkip, dl.
    – Kinestetik: ketrampilan kerja: menyortir, mengepak, menyeimbangkan, mengangkat,berlari, berjalan, dll.
    – Interpersonal: ketrampilan kerja: suatu sikap untuk menjalin hubungan yang hjangat dengan orang lain, hubungan yang penuh kepercayaan.
    – Intrapersonal: ketrampilan kerja: suatu sikap dasar untuk mengenali potensi diri, baik yang positif maupun negative.
    – Naturalis: ketrampilan kerha: kemampuan untuk mencintai lingkungan dan sesame makhluk hidup.
    – Eksistensial: ketrampilan kerja: kemampuan untuk menelaah nilai-nilai yang berkembang ditengah kehidupan masyarakat.
    D. PEMAHAMAN TENTANG KEBERBAKATAN DAN KEMAMPUAN ANAK BERBAKAT
    1. Individu : perkembangan diri individu merupakan fase aktif, karena mencakup semua pengalaman dalam interaksi dengan lingkunagn yang menjadikan manusia sadar tentang eksistensinya sebagai seorang individu yang berbeda dengan individu lainnya.
    2. Lingkungan : lingkungan ialah segala sesuatu yang bersifat eksternal terhadap diri individu, karena lingkungan sebagai sumber informasi yang diperoleh melalui pancaindera.
    3. Intervensi : intervensi menunjuk pada dimendi informasi yang diatur melalui pembelajaran tertentu, pertumbuhan, dan perubahan perilaku.
    Berdasarkan jangka waktu keawetannya, memori terbagi dalam 5 jenis yaitu sematik, implicit, working, episodic, remote.
    Penilaian model-model keberbakatan
    1. Model renzulli : kinerja seseorang dipengaruhi oleh motivasi yang muncul dalam komitmen menyelesaikan tugasnya.
    2. Model cohn : bukan kemampuan intelektualnya yang semata menandai keberbakatan, tetapi juga motivasi.
    3. Model gagne : keberbakatan berbeda dengan perumusan dengan ahli lain sebab amat membedakan keberbakatan intelektual dan perolehan hasil belajar sekolastik.
    4. Model Sternberg : teori keberbakatan intelektual harus dipahami dengan berfungsinya secara superior aktif dan umpan balik dari komponen informasi proses yang semuanya bisa dilatihkan.
    Penilaian anak berbakat berbagai model
    1. Proses penilaian anak berbakat tidak berbeda dengan penilaian anak lainnya.
    2. Pengukuran acuan norma dan pengukuran acuan criteria.
    3. Alat asesmen kreativitas.
    4. Evaluasi terhadap alat asesmen kreativitas.
    5. Penilaian kepribadian.
    6. Evaluasi
    7. Evaluasi program anak berbakat.
    E. BIMBINGAN ANAK BERBAKAT
    Berbagai macam masalah anak berbakat
    1. labeling
    2. Member nilai dalam bentuk angka
    3. underachievement
    4. konsep diri
    Cirri-ciri orang yang mempunyai prestasi belajar kurang
    1. Sikap tidak matang dalam arti sosial dengan memperlihatkan sikap ditolak oleh sebayanya.
    2. Sikap negative terhadap pekerjaan sekolah dikaitkan dengan kebiasaan belajar yang tidak baik.
    3. Memiliki perasaan inferior dan sikap devensif.
    4. Rasa harga diri rendah yan menghasilkan perilaku tidak produktif.
    Konseling karir anak berbakat
    Pengertian karir adalah proses adaptasi seumur hidup yang terkait baik dengan penyiapan diri pada dunia kerja, berganti posisi kerja atau meninggalkan dunia kerja. Jadi pengembangan karir bersifat kontinu dan bisa berubah.

    No Comments